Bunda Literasi Murung Raya Dorong Generasi Muda Gemar Membaca dan Cinta Budaya
Puruk Cahu,SuaraNusantracakrawala.
Com – Bunda Literasi Kabupaten Murung Raya, Warnita Heriyus, mengajak generasi muda menjadikan literasi sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Menurutnya, budaya membaca dan belajar dapat memperluas wawasan sekaligus membentuk generasi yang cerdas, berkarakter, dan memiliki kecintaan terhadap budaya daerah.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan Literasi Budaya Tana Malai Tolung Lingu yang dirangkai dengan Lomba Bertutur tingkat SD/MI, Lomba Pidato tingkat SMP/MTs, serta Lomba Pidato tingkat SMA/SMK/MA Tahun 2026, Selasa (6/10/2026), di Gedung GPU Tira Tangka Balang.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Murung Raya Rumiadi, Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Murung Raya Dina Maulidah, Kepala OPD di lingkup Pemerintah Kabupaten Murung Raya, para peserta dari tingkat SD, SMP dan SMA, serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Warnita menyampaikan bahwa literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis. Lebih dari itu, literasi mencakup kemampuan belajar, berpikir, berkomunikasi, memahami informasi, serta mengembangkan diri.
“Melalui Lomba Bertutur tingkat SD/MI, Lomba Pidato tingkat SMP/MTs, dan Lomba Pidato tingkat SMA/SMK/MA, kita memberikan ruang kepada generasi muda untuk berani tampil, menyampaikan gagasan, mengembangkan kreativitas, dan membangun kepercayaan diri,” ujarnya.
Menurut Warnita, kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan bagi generasi muda untuk mengenal dan mencintai budaya Tana Malai Tolung Lingu. Ia menilai perkembangan zaman dan kemajuan teknologi perlu diimbangi dengan pemahaman terhadap budaya daerah sebagai bagian dari jati diri.
Ia mengajak generasi muda Murung Raya untuk terus meningkatkan pengetahuan dan daya saing, namun tetap mengenal, mencintai, serta melestarikan budaya daerah.
“Mari kita wujudkan generasi muda Murung Raya yang hebat, cerdas, berkarakter dan berdaya saing, serta tetap bangga terhadap budaya daerahnya,” ajaknya.
Warnita juga mengajak para orang tua, guru, dan seluruh masyarakat untuk bersama-sama membangun budaya literasi mulai dari lingkungan keluarga. Kebiasaan membaca, belajar, dan berkarya, menurutnya, perlu ditanamkan sejak dini agar anak-anak memiliki ruang untuk mengembangkan potensi yang dimiliki.
“Mari biasakan membaca, gemar belajar, berani berkarya, dan terus memberikan ruang bagi anak-anak kita untuk berkembang,” pesannya.
Ia berharap kegiatan literasi budaya seperti ini dapat menjadi wadah bagi para pelajar untuk mengembangkan kemampuan bertutur dan berkomunikasi sekaligus memperkenalkan nilai-nilai budaya daerah.
Warnita juga mengajak seluruh peserta dan masyarakat untuk terus membangun semangat membaca, berkarya, dan menjaga keberlangsungan budaya daerah di tengah perkembangan zaman.
“Ayo membaca, ayo berkarya, dan ayo lestarikan budaya!” pungkasnya.
(Sem Firdaus)
Posting Komentar